Minggu, 27 November 2011

Tanda Tubuh Akan Mengalami Sakit

Orang Indonesia menyebutnya kurang enak badan, sebetulnya tubuh akan mengalami sakit telah memberikan sinyal terlebih dahulu dengan beberapa gangguan yang membuat badan tidak merasa fit ataupun merasa ada gangguan di bagian tubuh lainnya. Salah satu tanda tubuh akan mengalami sakit yaitu kepala merasa pusing ringan ketika anda berdiri setelah duduk, atau urine terasa bau tidak seperti biasanya.

Berikut 7 tanda tubuh akan mengalami sakit
Di luar sakit kepala dan nyeri badan, ada gejala-gejala tidak normal yang dapat membantu memberitahu Anda bahwa tubuh sedang dalam masalah. Setidaknya ada 7 gejala aneh saat tubuh akan sakit.

Berikut 7 gejala aneh yang terjadi saat tubuh Anda merasa sakit, seperti dilansir Foxnews:

1. Kliyengan (pusing ringan) saat tiba-tiba berdiri setelah duduk
Ini bisa terjadi karena Anda sedikit dehidrasi atau mungkin hipotensi ortostatik (hipotensi postural) yang terjadi ketika darah bergegas ke kaki dan jauh dari kepala saat tiba-tiba berdiri. Kondisi ini biasanya rentan terjadi pada orang dengan tekanan darah rendah.

Segera konsultasikan dengan dokter bila pusing berlanjut atau jika Anda benar-benar ingin pingsan.

2. Urine berbau aneh
Perubahan pada warna atau bau urine bisa terjadi karena sesuatu yang Anda makan seperti asparagus atau obat yang Anda minum seperti obat baru atau multivitamin. Hal ini juga bisa terjadi karena adanya infeksi saluran kencing, bahkan jika Anda tidak memiliki rasa sakit atau sering ingin pergi ke kamar mandi.

Segera konsultasikan ke dokter jika bau busuk atau warna aneh pada urine terus berlanjut. Urinalisis dapat menentukan apakah sesuatu yang tidak biasa (seperti diabetes atau masalah ginjal) yang sedang terjadi.

3. Bengkak nyeri di bawah lengan atau ketiak
Ini bisa disebabkan oleh folikel rambut dicabut atau rambut tumbuh di ketiak Anda (bisa karena habis dicukur) atau kelenjar getah bening bengkak (dari infeksi).

Konsultasikan ke dokter jika berlangsung lebih lama atau jika memburuk (merah atau iritasi). Kondisi ini bisa menjadi tanda infeksi payudara, kista, atau tumor.

4. Telapak tangan berkeringat pada situasi tertentu
Telapak tangan berkeringat terjadi pada hampir setiap orang. Ini bisa merupakan respon normal terhadap stres atau kegelisahan. Mengambil beberapa menit untuk mencoba bersantai dengan menarik napas dalam, meditasi, melihat pemandangan dapat membantu mencegah atau mengurangi tangan berkeringat.

Konsultasikan ke dokter jika tangan terus-menerus berkeringat, karena bisa jadi merupakan gejala hiperhidrosis, yaitu gangguanyang melibatkan berkeringat berlebihan pada tangan, kaki atau ketiak.

5. Kaki kram di malam hari
Ini bisa jadi karena ketidakseimbangan elektrolit halus (seperti kalium, magnesium atau kalsium) atau dehidrasi ringan. Bangun dan berjalan-jalan, lalu pijat otot untuk membantu rileks.

Konsultasikan ke dokter jika Anda kram di malam atau siang hari saat berjalan. Kondisi seperti ini bisa jadi karena gangguan pembekuan darah atau kerusakan saraf.

6. Kaki mati rasa
Bila Anda memindahkan kaki dengan cara berulang-ulang selama latihan atau mengikat tali sepatu terlalu ketat, saraf kecil di antara jari-jari kaki bisa terjepit saat Anda memberikan tekanan pada kaki yang dapat membuatnya merasa tidak nyaman mati rasa," kata Dr Sabrina Strickland, seorang ahli bedah ortopedi di Rumah Sakit Khusus Bedah, di New York City.

Konsultasikan ke dokter bila mati rasa atau kesemutan terjadi pada kegiatan lain dan tidak kunjung sembuh. Ini bisa terjadi karena adanya masalah saraf di kaki.

7. Tubuh tersentak seperti jatuh saat tidur
Tersentak saat tidur bisa berasal dari 'kemacetan' saraf pada otak dan tubuh saat terjadi pergeseran modus tidur. "Sebuah gangguan dalam sinyal otak pada saat tubuh rileks dapat menyebabkan anggota badan dan kepala tersentak," kata Dr Clete A. Kushida, direktur medis dari Stanford Sleep Medicine Center, di Redwood City, California.

Konsultasikan ke dokter jika hal ini sering terjadi atau mengganggu tidur Anda, karena mungkin menjadi tanda sleep apnea atau gangguan gerakan tungkai periodik.(detikhealth.com)

Read more »

Makanan Penyebab Sakit Maag

Sakit Maag disebabkan produksi dan tingginya kadar asam lambung yang keluar, untuk itu baig orang yang memiliki riwayat sakit maag lebih baik menghindari makanan makanan yang memicu dan penyebab sakit maag. Apa saja makanan yang menjadi pemicu sakit maag? Diantaranya adalah minuman yang mengandung soda dan kafein.

Berikut 7 makanan penyebab sakit maag
Gangguan pada lambung sering disebabkan oleh tingginya kadar asam di lambung. Selain karena terlambat makan ataupun stres, yang juga turut memengaruhi naiknya kadar asam lambung adalah jenis makanan yang masuk ke dalamnya. Masalahnya, menurut Jamie Koufman, MD, dan Jordan Stern, MD, penulis buku In Dropping Acid: The Reflux Diet Cookbook & Cure, jenis makanan yang berpotensi meningkatkan asam lambung justru banyak terdapat dalam menu harian kita. Inilah tujuh jenis makanan yang disarankan kedua ahli Otolaryngology dari New York untuk dikurangi konsumsinya:

1. Cokelat
Kandungan kakao, kafein, dan stimulan lain, seperti theobromine, dapat menyebabkan kadar asam di lambung meningkat. Selain itu, cokelat juga banyak mengandung lemak, sementara lemak juga dapat berpengaruh pada asam lambung.

2. Minuman bersoda
Minuman yang mengandung soda atau berkarbonasi adalah salah satu penyebab utama gangguan pada lambung. Pasalnya, minuman jenis ini sifatnya sangat asam, ditambah lagi dengan efek karbonasi yang bisa membuat perut jadi kembung sehingga dapat membuat kondisi jadi makin tidak nyaman.

3. Makanan yang digoreng
Suka makan gorengan? Sebaiknya Anda tahu bahwa makanan ini juga bisa berpengaruh pada asam lambung karena kandungan lemaknya yang tinggi. Selain itu, hobi makan gorengan juga kerap menimbulkan gangguan heartburn, yaitu rasa nyeri terdapat di ulu hati.

4. Minuman beralkohol
Konsumsi bir, minuman keras, dan wine dapat berpengaruh terhadap naiknya asam lambung. Ada beberapa jenis minuman alkohol yang sifatnya memang tidak terlalu asam, tetapi para ahli menyatakan bahwa alkohol dapat melemaskan saluran di bagian bawah esofagus (yang berhubungan dengan area perut), dan ini dapat menyebabkan naiknya asam lambung.

5. Produk olahan susu yang tinggi lemak
Makanan tinggi lemak dapat meningkatkan kadar asam lambung. Sementara, produk olahan susu sendiri sebenarnya sudah bersifat asam. Jadi, ada baiknya Anda mulai berhenti mengonsumsi mentega atau susu yang tinggi lemak apabila sering mengalami gangguan lambung. Atau setidaknya, beralihlah ke yang tanpa lemak.

6. Daging yang berlemak
Selain kandungan lemaknya yang tinggi, daging sapi, kambing, ataupun domba dapat bertahan lama di dalam perut serta meningkatkan kemungkinan naiknya asam lambung. Oleh karenanya, lebih baik Anda kurangi konsumsinya hingga hanya seminggu sekali. Beralihlah juga ke pilihan daging yang tanpa lemak.

7. Kafein
Kebiasaan minum kopi yang berlebihan setiap harinya dapat berkontribusi terhadap gangguan lambung. Untuk itu, ada baiknya Anda mengurangi konsumsi kopi, atau beralih ke teh.(kompas.com)

Read more »

Penyebab Sakit Kepala Tidak Terduga

Sakit kepala seringkali menyerang tiba tiba, padahal banyak pekerjaan menumpuk yang harus kita selesaikan, dengan terserangnya sakit kepala otomatis produktivitas kita pun akan menjadi terhambat. Apa sebetulnya penyebab sakit kepala yang tidak terduga menyerang secara tiba tiba? Hal yang paling sering penyebabnya adalah stres ataupun terkena cahaya atau sinar matahari yang berlebihan. Berikut 6 penyebab sakit kepala yang tidak terduga.

Setiap tahun, sekitar 90 persen populasi global menderita sedikitnya satu kali sakit kepala, mulai dari yang ringan hingga yang kronik. WHO bahkan menyebutkan sakit kepala merupakan penyakit yang paling jarang terdiagnosa dan tidak ditangani.

Sekitar 40 persen penderita sakit kepala menderita nyeri kepala berat, berulang, atau tak terhanankan. Penyebab nyeri kepala sendiri sangat banyak, namun yang paling sering adalah karena stres dan hidung tersumbat. Meski begitu ada beberapa penyebab nyeri kepala yang jarang diduga. Apa saja?

1. Film 3D dan televisi
Film dan televisi yang memiliki teknologi tiga dimensi (3D) kini sedang digemari. Padahal, gambar-gambar dalam film tersebut bisa menyebabkan ketegangan pada mata dan memicu sakit kepala.

"Ilusi yang kita lihat pada film 3D tidak dikalibrasi sama di otak seperti halnya yang dilihat mata. Akibatnya otak bekerja lebih keras dan hal ini pada sebagian orang akan menyebabkan nyeri kepala," kata Dr.Deborah Friedman, ahli mata dari University of Rochester Medical Center, New York, AS.

2. Mengunyah permen
Mengunyah permen dalam waktu lama akan menyebabkan tekanan pada sendi dan otot pada pertemuan tulang rahang dengan tengkorak kepala sehingga memicu rasa nyeri kepala. Selain itu, permen yang mengandung pemanis buatan seperti aspartam juga bisa memicu sakit kepala.

3. Polusi elektromagnetik
Apakah pemukiman Anda dekat dengan sumber listrik tegangan tinggi? Ataukah tempat tidur Anda dekat dengan peralatan elektronik seperti televisi, komputer, atau radio? Jika iya, polusi elektromagnetik yang berasal dari benda-benda tersebut bisa menyebabkan nyeri kepala.

4. Obat pereda nyeri
Beberapa jenis obat pereda nyeri alias painkiller bisa menyebabkan nyeri kepala karena mengandung zat-zat kombinasi termasuk kafein. Kebiasaan mengonsumsi pereda nyeri bisa menyebabkan efek kambuh kembali begitu efek obatnya hilang. Karena itu biasakan untuk mengonsumsi pereda nyeri tunggal, seperti aspirin atau ibuprofen.

5. Cuaca
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Neurology menyebutkan cuaca panas dan tekanan udara barometrik yang rendah akan memicu sakit kepala.

6. Hubungan seks
Nyeri kepala yang timbul setelah berhubungan seksual bisa disebabkan karena aktivitas seksual itu sendiri atau karena ada kondisi gangguan yang tidak terdeteksi, seperti aneurisme.(sumber: health.kompas.com)

Read more »

Sabtu, 26 November 2011

Pemicu Migrain dan Sakit Kepala

Untuk sebagian orang terkena migrain menjadi masalah yang serius, karena akan menghambat aktivitas dan produktivitas anda sehari hari Apakah anda sering terkena migrain secara mendadak? padahal banyak pekerjaan menumpuk yang harus diselesaikan. Jika hal tersebut menjadi masalah serius buat anda, maka lebih baik kenali dan ketahui perilaku anda sehari hari. Mungkin anda melakukan sesuatu yang menjadi pemicu migrain dan sakit kepala.

Berikut 10 pemicu migrain dan sakit kepala
Apakah Anda pernah menderita migrain yang sangat hebat? Meski belum diketahui pasti penyebabnya, migrain diperkirakan terjadi akibat adanya hiperaktivitas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak dan mengakibatkan terjadinya pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi (peradangan). Berikut ini, iVillage memberikan 10 langkah untuk mengenali hal-hal yang bisa menyebabkan migrain.

1. Makanan
Makanan di bawah ini bisa menjadi pemicu migrain sehingga penting untuk mengidentifikasi salah satunya yang sensitif bagi Anda. Karena bisa jadi salah satu makanan ini merupakan bahan makanan bagi sebuah produk. Maka bacalah label dengan teliti.

Bahan makanan tersebut, di antaranya pisang, bir, anggur, anggur merah, produk-produk susu, seperti es krim, susu, yogurt, keju, produk-produk fermentasi, buah-buahan asam, pepaya, plum merah, asinan buah, kecap, MSG, alpukat, cokelat, kacang-kacangan, selai kacang, bawang merah, sakarin yang terdapat pada diet soda, serta makanan yang mengandung ragi, seperti roti dan donat.

2. Kafein
Minum atau makan makanan yang mengandung kafein bisa memicu migrain. Jadi, hindari atau jauhi kafein. Ingat, kafein dapat ditemukan di kopi, minuman soda biasa atau soda diet, teh, cokelat, dan suplemen, terutama suplemen untuk menurunkan berat badan.

3. Monitor pengobatan Anda
Semua obat-obatan yang melebarkan pembuluh darah, seperti hydralazine atau loniten, bisa jadi pemicu migrain. Obat-obatan lain yang bisa menjadi pemicu adalah cimetidine, fenfluramine, indomethacin, nitroglycerine, nifedipine, theophylline, obat-obatan yang mengandung reserpin dan estrogen dalam terapi pengganti atau pil pencegah kehamilan. Bicarakan pada dokter Anda tentang obat yang akan Anda konsumsi yang bisa memicu migrain. Dokter bisa menyarankan tindakan lain yang mempunyai efek sama tanpa memicu migrain

4. Stres
Tekanan, kehilangan yang besar, rasa marah, konflik, atau depresi, semuanya bisa memicu migrain. Menariknya, stres harian adalah penyebab timbulnya migrain. Perasaan bahagia, menghadiri acara-acara yang mengubah emosi, seperti menikah, pindah rumah, atau bahkan punya anak bisa menurunkan risiko migrain. Belajar untuk memiliki waktu bagi diri sendiri dan temukan cara yang sehat untuk berdamai dengan stres merupakan tugas utama dalam mengatasi serangan migrain.

5. Aroma
Migrain bisa dipicu oleh aroma atau bau-bauan, seperti parfum, asap rokok, pengencer cat, amoniak, dan bau masakan. Cahaya terang atau silau, cahaya matahari atau gerakan mobil dan kereta juga bisa menjadi pemicu migrain. Biarkan teman dan keluarga tahu kalau sebaiknya mereka tidak menggunakan parfum yang baunya menyengat saat berdekatan dengan Anda dan biarkan udara mengalir dengan luas saat makan malam di dapur. Jika rumah Anda sedang direnovasi, pastikan udara yang cukup masuk ke dalam rumah sebelum Anda memasukinya. Gunakan kacamata pada siang hari dan gunakan alat pembersih yang tidak berbau.

6. Cukup tidur
Terlalu banyak tidur atau pola tidur yang terganggu bisa menjadi pemicu migrain. Anda bisa meminimalisasi semua itu dengan memprioritaskan tidur Anda. Jika Anda baru memiliki bayi, mintalah anggota keluarga yang lain untuk ikut terbangun di tengah malam. Saat melakukan perjalanan, minta kepada dokter Anda obat-obatan yang bisa membuat Anda tertidur. Jika Anda melakukan perjalanan ke zona yang berbeda, mintalah melatonin pada Dokter. Obati cedera atau sakit yang bisa mengurangi atau mengganggu jam-jam tidur Anda. Ciptakan susana rileks menjelang tidur, seperti mematikan lampu, makan-makanan yang hangat, mematikan TV, atau mandi air hangat. Olahraga rutin bisa membuat Anda tidur nyenyak di malam hari.

7. Faktor-faktor fisik
Segala jenis aktivitas berlebihan, seperti olahraga yang berat atau memindahkan barang-barang yang berat di rumah, bisa menjadi pemicu migrain. Bahkan, gerakan membungkuk yang susah bisa menyebabkan serangan itu. Sangat penting untuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat, sebagai contoh saat melakukan olahraga rutin, tambahkan latihan atau beban secara bertahap, jangan berlebihan. Makan-makanan yang kaya serat dan banyak minum.

8. Perubahan cuaca
Perubahan musim dan suhu yang mendadak, seperti suhu, tekanan udara, kelembapan, kualitas udara, atau hujan yang mendadak bisa menyebabkan migrain. Tekanan udara yang tinggi bisa memicu sakit kepala. Sebagai contoh, pendaki gunung, pejalan kaki, dan pemain ski yang menderita migrain bisa mengalami hal itu lebih sering pada daerah yang bertekanan udara tinggi. Pada kenyataannya, perjalanan dengan pesawat udara bisa memicu migrain pada beberapa orang. Bicarakan pada dokter Anda tentang cara meminimalisasi efek cuaca dan tekanan udara yang berpengaruh pada sensitivitas migrain.

9. Perubahan hormon
Migrain yang terjadi pada wanita menjelang siklus menstruasi biasa disebut "Migrain menstrual". Bisa jadi, migrain berhubungan dengan menopause, di mana estrogen mulai menurun secara permanen.
Pengendalikan kelahiran dan kehamilan dapai mengurangi migrain pada beberapa wanita, tapi juga bisa meningkatkannya. Secara umum, penggunaan kontrasepsi oral harus berdasarkan pada efek yang bisa memicu migrain. Kontrasepsi oral dengan dosis rendah estrogan bukan merupakan faktor pemicu migrain. Risiko stroke pada wanita yang menderita migrain meningkat karena penggunaan kontrasepsi oral atau tingginya tekanan darah, juga akibat merokok.

10. Jangan lewatkan waktu makan
Rasa lapar bisa memicu serangan migrain, jadi melewatkan jam makan bukan ide yang bagus bagi orang yang menderita migrain. Apa yang bisa kita lakukan? Jangan lewatkan jam makan. Pastikan untuk mengkonsumsi kalsium harian atau makan makanan yang kaya kalsium yang juga berguna untuk mencegah osteoporosis. Konsumsi multivitamin harian yang banyak mengandung magnesium.(tempointeraktif.com)

Read more »

13 Cara Menghilangkan Sakit Kepala

Sakit kepala atau migrain seringkali menyerang secara mendadak, banyak hal yang mengkibatkan sakit kepala, salah satunya terkena terik sinar matahari secara langsung, kehujanan, stress dan diakbatkan oleh hal lain. Kebanyakan orang biasanya jika terserang sakit kepala langsung minum obat sakit kepala atau migrain. Tanpa obatpun juga bisa menghilangkan sakit kepala secara cepat. Supaya penderitaan sakit kepala anda segera berakhir ikuti tips di bawah ini.

13 cara hilangkan sakit kepala atau migrain secara cepat.

Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia adalah kondisi terdapatnya rasa sakit di kepala, kadang di leher bagian belakang leher atau punggung bagian atas. Gangguan sakit kepala sekilas memang terlihat sebagai suatu masalah yang sepele, namun kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas.
Ada banyak cara untuk mengatasi serangan sakit kepala, salah satunya dengan minum obat pereda nyeri. Namun ada pula beberapa cara alternatif yang bisa Anda gunakan untuk mengusir penderitaan akibat sakit kepala:

1. Biofeedback
Ini adalah suatu metode menggunakan sensor elektronik untuk memonitor fungsi tubuh seperti masalah ketegangan otot, suhu kulit, detak jantung, dan tekanan darah. Keterangan kondisi pasien biasanya akan terlihat melalui suara atau gambar di komputer. Studi menunjukkan, biofeedback sangat efektif untuk mengatasi migrain dan ketegangan di kepala. Sebuah analisis terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Headache menunjukkan terapi perilaku, seperti biofeedback, lebih hemat biaya dibandingkan pemberian resep obat.

2. Akupunktur
Dalam metode akupunktur, jarum tipis dimasukkan ke bawah lapisan kulit untuk menyetel kembali aliran energi, atau qi, di dalam tubuh. Sebuah analisis oleh para ahli yang dikenal sebagai Cochrane review menemukan, akupunktur dapat membantu mencegah migrain akut dengan lebih sedikit efek samping. Bukti juga menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu orang dengan sakit kepala kronis

3. Pijat
Untuk pertolongan sementara sakit kepala, Anda bisa mencoba untuk menggosok pelipis atauleher, punggung, kepala, atau bahu. "Anda akan merasa lebih baik sementara waktu, tapi kemudian Anda harus melakukannya lagi," kata Salwa H. Hanna, MD, pemilik dan direktur medis dari Headache Clinic of Denver. Dalam sebuah penelitian kecil, penderita migren yang mendapatkansesi pijat selama enam minggu, frekuensi migrainnya cenderung berkurang dan mendapatkan kualitas tidur lebih baik.

4. Peregangan
Lakukan peregangan untuk mengurangi otot tegang yang memberi kontribusi terhadap nyeri. Cobalah tiga gerakan ini : gerakan leher (dagu ke depan, ke atas, dan ke samping kiri dan kanan); gerakan bahu (gerakan bahu ke atas, putar bahu ke depan dan belakang); dan leher isometrik (tangan menekan pada setiap sisi kepala). Lakukan peregangan dua kali sehari selama 20 menit per sesi. Tahan peregangan selama lima detik, relaks selama lima detik, dan ulangi setiap peregangan tiga sampai lima kali.

5. Aerobik
Latihan aerobik yang teratur, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang, dapat mengurangi intensitas dan frekuensi migrain, menurut National Pain Foundation. Sebuah penelitian kecil yang dipublikasikan dalam jurnal Headache terhadap pasien migrain yang melakukan senam teratur selama 12-minggu dengan bersepeda di dalam ruangan menunjukkan, ada peningkatan kualitas hidup dan berkurangnya angka kejadian migrain, serta intensitas nyeri.

6. Meditasi
Berbagai teknik meditasi dapat digunakan untuk memfokuskan perhatian dan menenangkan pikiran dari gangguan seperti nyeri kronis. Pada titik ini, ada sedikit data tentang efek dari meditasi pada migrain. Para peneliti di Johns Hopkins School of Medicine, di Baltimore, yang terlibat dalam percobaan klinis mencoba menentukan apakah Vipassana - teknik meditasi kuno India yang berfokus pada pikiran - dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan migrain dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Sebuah riset kecil pada penderita migrain menemukan bahwa meditasi spiritual mengurangi frekuensi sakit kepala dan toleransi nyeri yang lebih baik ketimbang meditasi sekuler dan relaksasi otot.

7. Yoga
Sebuah penelitian kecil mengenai sakit kepala melibatkan dua kelompok pasien migrain secara acak yang ditugaskan melakukan terapi yoga selama tiga bulan. Hasilnya, dibandingkan dengan kelompok kontrol, peserta yoga lebih sedikit mengalami serangan sakit kepala.

8. Latihan relaksasi
Menarik napas panjang, santai mendengarkan musik atau menggunakan pencitraan mental, dapat membantu orang rileks dan mungkin terhindar dari sakit kepala. Temuan ini perlu penelitian lebih lanjut.
Namun, sebuah penelitian terhadap 90 penderita sakit kepala menemukan bahwa pelatihan relaksasi dapat meningkatkan kualitas tidur lebih baik ketimbang akupunktur.

9. Terapi panas dan dingin
Siapapun dapat menggunakan terapi ini. Bahkan, tidak ada risiko bagi wanita hamil dengan sakit kepala. Untuk mengurangi rasa tegang di leher, Anda bisa memberikan sensasi panas ke bagian belakang leher. Untuk sakit kepala, Anda juga dapat menempelkan es ke daerah pelipis.
Menurut penjelasan Edmund Messina, MD, dokter yang berpraktik di Michigan Headache Clinic, pembuluh arteri yang menyuplai darah ke dura (lapisan otak) letaknya di belakang lapisan tulang tipis di daerah pelipis. "Dura akan meradang pada saat Anda mengalami migraine. Menurunkan suhu pada pembuluh darah yang melewati area tersebut diyakini dapat meredakan rasa sakit yang timbul," ujarnya.

10. Hindari nitrat dan nitrit
Para ahli menganjurkan untuk menghindari zat-zat yang dapat merangsang sakit kepala, termasuk nitrit dan nitrat dalam daging olahan dan monosodium glutamat (MSG) yang digunakan dalam makanan sebagai penambah rasa. Beberapa obat jantung juga mengandung nitrat.
Sementara itu, kafein, alkohol, phenylethylamine (yang ditemukan dalam coklat dan keju), tiramin (ditemukan dalam kacang-kacangan dan daging fermentasi, keju, dan kedelai), dan aspartam (pemanis buatan dalam makanan banyak) adalah sebagian pemicu dari sakit kepala.

11. Botox
Suntikan Botox telah disetujui FDA untuk mengobati orang dewasa dengan migrain kronis. Dua penelitian besar yang didanai oleh Allergan (pembuat Botox), menunjukkan penurunan frekuensi sakit kepala. Tapi kelompok yang menerima suntikan plasebo menunjukkan perbaikan juga. Namun, beberapa pihak masih mempertanyakan efektivitas terapi itu. "Botox menghasilkan euforia pada mereka yang ketagihan untuk itu, tapi aku belum pernahmelihat cara kerjanya," kata Dr Messina.

12. Stimulasi transkranial magnetik
Sebuah penelitian baru menemukan, ketika pasien diberik stimulasi magnetik transkranial pada otaknya, mereka mendapat pertolongan lebih baik dalam mengatasi masalah sakit kepala ketimbang mereka yang diobati dengan plasebo. Terapi yang bersifat noninvasif ini berlangsung selama satu atau dua jam dan dilakukan di suatu klinik khusus.
Terapi dilakukan dengan cara menempatkan koil elektromagnetik ke dekat kepala untuk mengirimkan sinyal atau gelombang. Namun demikian, stimulasi magnetik transkranial masih dianggap sebagai terapi eksperimental untuk mengobati migrain.

13. Elektroda implan
Problem sakit kepala kambuhan di masa depan mungkin akan terselesaikan dengan penggunaan elektroda yang ditanam di leher atau otak untuk meredakan nyeri.
Salah satu jenis terapi yang disebut stimulasi saraf oksipital, muncul sebagai pengobatan menjanjikan dalam pengobatan sakit kepala kluster dan migrain, meski terapi ini masih perlu dikaji melalui studi berskala besar. Dalam perawatan ini, elektroda ditanamkan di dasar tengkorak, dekat saraf oksipital.(sumber: health.kompas.com)

Read more »

Cara Menghilangkan Sakit Kepala Tanpa Obat

Sakit kepala terkadang muncul tanpa diduga, bisa dimana saja dan dimana saja, diatara penyebab sakit kepala adalah pola makan dan tidur yang tidak teratur, kecemasan dan aktifitas fisik yang terlalu berlebihan akan menimbulkan sakit kepala. Ada beberapa cara menghilangkan sakit kepala diantaranya dengan meminum obat migrain, tapi untuk anda yang ingin menghilangkan sakit kepala tanpa menggunakan obat ada beberapa cara berikut ini.

Dibawah ini ada 4 cara menghilangkan sakit kepala tanpa obat.
Anda sering diganggu oleh sakit kepala yang tidak tertahankan? Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab, diantaranya stres atau perut yang sedang tidak bersahabat. Kerap kali Anda butuh solusi, namun segan terus-terusan minum obat pereda sakit kepala yang dijual bebas.

Untuk itu, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini, agar bisa meredakan sakit dan segera kembali beraktivitas.

1. Teknik rileksasi

Mengambil nafas mendalam beberapa kali dan melakukan peregangan di area leher dan bahu dapat merilekskan otot yang kaku, yang berkontribusi pada sakit kepala. Sheena Aurora, MD, direktur Swedish Headache Center, di Seattle, menganjurkan solusi ini untuk meredakan sakit kepala yang terjadi karena Anda sedang stres. Selain itu, peregangan tubuh juga dapat memperbaiki postur tubuh yang buruk, yang juga merupakan salah satu penyebab sakit kepala.

2. Terapi panas atau dingin

Sensasi panas atau dingin cocok bagi jenis sakit kepala yang sifatnya ringan (bukan migren). Caranya mudah, Anda hanya perlu menempelkan kompres panas atau dingin (sekarang tersedia dalam kemasan praktis dan bisa dibeli di apotek retail) di bagian yang terasa sakit, lalu biarkan selama 15 menit.
"Pilihan kompres panas atau dingin itu tergantung pada preferensi Anda," kata Jason Rosenberg, MD, direktur Johns Hopkins Headache Center, Bayview, Baltimore. Para ahli masih belum menemukan mengapa terapi ini bisa efektif, namun diduga kompres dingin dapat memperlambat aliran darah dan mengurangi inflamasi. Sementara, kompres panas meningkatkan aliran darah dan meredakan nyeri.

3. Minum kopi

Untuk sakit kepala skala ringan, menyesap kopi yang mengandung kafein bisa jadi "obat" yang manjur. Kafein dapat menghambat adenosine, sejenis neurotransmiter yang dapat menyebabkan pembuluh darah melebar dan menciptakan tekanan. Minum minuman mengandung kafein sesaat setelah sakit kepala datang dapat membantu meredakan rasa nyeri. Namun, sayangnya ini hanya berlaku bagi mereka yang jarang minum kopi, atau konsumsinya tidak lebih dari 1 cangkir sehari. Bila Anda memang peminum kopi berat, bisa jadi "obat" ini kurang responsif.

4. Teh peppermint

Sakit kepala datang bersama dengan perut yang tidak nyaman? Minum saja teh peppermint untuk meredakannya.
"Peppermint terbukti dapat meredakan ketegangan di saluran gastrointestinal, sekaligus meredakan gejala sakit kepala," kata Audrey L. Halpern, MD, direktur Manhattan Center for Headache and Neurology.
Selain itu, perubahan neurokimia di otak akibat serangan sakit kepala juga dapat memengaruhi bagian otak yang menciptakan rasa mual, lanjut Halpern. Nah, teh peppermint akan juga membantu meredakan rasa tidak nyaman itu. Penting: Bila Anda sedang hamil, sebaiknya tidak mengonsumsi peppermint tanpa berkonsultasi dengan dokter.(tribunnews.com)

Read more »

Jumat, 25 November 2011

Cara Cepat Turunkan Rasa Marah

Kehilangan kontrol emosi yang akhirnya melepaskan rasa marah pada saat itu juga merupakan sisi manusiawi sifat manusia. Hal tersebut masih dikategorikan wajar, tapi tidak berarti kita tidak mampu mengendalikan rasa marah. Apa yang menyebabkan anda marah tentu berbeda setiap orang, lebih baik kenali terlebih dahulu yang menyebabkan rasa amarah kemudian ikuti tips dibawah ini cara meredam sekaligus menurunkan rasa marah ke titik normal kembali.
Berikut 5 cara cepat turunkan rasa marah
Bukan hal yang mudah meningkatkan kesabaran dan menurunkan emosi, termasuk juga meredakan amarah. Terlebih saat menjalankan ibadah puasa, menahan amarah menjadi sesuatu yang sulit untuk dikendalikan.

Sebuah penelitian bahkan menyatakan bahwa seseorang mengalami kehilangan kesabaran adalah sesuatu yang wajar. Namun, bukan berarti tidak bisa dikendalikan dan diredam.

Sebuah penelitian di Amerika menyatakan bahwa rata-rata orang mengalami kehilangan kesabaran tiga sampai empat kali dalam sepekan.

Untuk mengendalikannya, pakar psikologi dan perilaku sosial, Raymond W Novaco, dari University of California, menyatakan perlu ada manajemen amarah dalam setiap individu.

Ia pun memberikan tips cara jitu meredam amarah seperti dikutip laman Shine:

1. Tenangkan diri dan tarik nafas
Begitu Anda merasa suhu tubuh Anda naik, katakan kepada diri sendiri, "Saya terganggu, dan harus segera mengalihkan pikiran, lalu segera tarik nafas dalam-dalam,” kata Novaco. Jika Anda merasa emosi makin menggebu, mulai bernafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.

Bayangkan nafas masuk dan keluar melalui jantung Anda sambil berpikir tentang sesuatu dalam hidup Anda dengan penghargaan. Debora Rozman, psikolog California dan penulis buku 'Transforming Stress: The HeartMath Solution for Relieving Worry, Fatigue, and Tension' yang telah diuji melalui pendekatan klinis menyatakan, dengan menenangkan diri dan menarik nafas, emosi Anda akan kembali stabil.

2. Lakukan relaksasi
Setiap orang memiliki ambang kemarahan yang unik didasarkan pada bahan kimia seperti serotonin. Menurut Emil Coccaro, ketua departemen psikiatri di Universitas Chicago, tingkat amarah seseorang sering tergantung pada jenis hari, gairah Anda pun akan bervariasi, dan ketika itu tinggi, lebih mudah untuk meledakkan amarah.

Olahraga teratur dan praktik relaksasi dapat membantu Anda menurunkan tingkat gairah. Jika rajin beraktivitas olahraga dan relaksasi, Anda akan lebih kebal terhadap ucapan kasar dan aggravations sehari-hari lainnya.

3. Berikan catatan pada diri sendiri
Caranya adalah dengan menanyakan pada diri sendiri, apakah ini benar-benar penting? Apakah Anda akan marah hanya karena masalah sepele? Kadang-kadang, mungkin kita bisa melihat bagaimana cara orang lain bereaksi dan kehilangan kesabaran hanya karena masalah kecil, misalnya berdebat.

Hanya karena masalah sepele, seperti bersenggolan tanpa sengaja, atau seorang ibu menjerit hanya karena anaknya menumpahkan sirup di lantai, dan lain sebagainya.

Apakah Anda juga akan melibatkan emosi hanya karena masalah remeh-temeh seperti itu? Steven Stosny, seorang spesialis pengendali marah dari Maryland menyatakan segera setelah keinginan marah timbul, putar pikiran Anda untuk memikirkan hal-hal positif.

4. Pikirkan sesuatu yang lucu
Jika emosi terasa sulit untuk dikendalikan, cobalah untuk memikirkan hal-hal lucu. Atau ingat-ingat kembali momen-momen lucu yang pernah terjadi dalam hidup Anda.

5. Kosongkan pikiran Anda
Pada saat tingkat emosi meninggi, akan lebih baik menjauh dari masalah sejenak untuk menenangkan diri. Kosongkan pikiran, bisa dilakukan sambil mengunyah makanan seperti cokelat. Sebuah riset yang dilakukan Molly Crockett, psikolog dari Universitas Cambridge, menemukan hubungan antara homon serotonin dan reaksi marah seseorang.

Jadi, jangan biarkan perut Anda menjadi kosong saat emosi menggebu. Makanan merupakan penyumbang dalam menghasilkan hormon serotonin dalam otak. Hormon ini berperan dalam mengendalikan mood seseorang. Ini menjelaskan kenapa saat berpuasa emosi kita lebih gampang tersulut tinggi.(kosmo.vivanews.com)

Read more »